Si Upa dah mau setahun, mesti inget2 apa kewajiban aye buat kelangsungan hidup Upa di negara ini. Kalau manusia kan mestilah ada lapor RT RW Kelurahan buat bikin KK atau KTP. Lain halnya dengan Upa, tahun ini mesti bayar PKB yang dah ditentuin dari sana.
Berhubung ada artikel yang nyambung jadi terjawab sudah kebingungan ini. Berikut ulasan beritanya dan sumber aye sertakan pula di bawahnya. :D
Semakin kita nyaman dalam melakukan aktivitas di jalan umum maka
konsentrasi berkendara menjadi fokus dan alhasil keselamatan jiwa kita
pengendara dan pengguna jalan lainnya juga terjamin. Hal-hal tersebut
belum cukup tanpa tertib administrasi dengan melakukan cek untuk
membayar pajak kendaraan. Jangan sampai terlambat maka akan dikenakan
denda pajak kendaraan bermotor.
 |
| Contoh PKB dalam STNK |
Bismillahirrahmanirrahim
Ketika kita mengeluh : “
Ah mana mungkin.....”
Allah menjawab : “
Jika AKU menghendaki, cukup Ku berkata “Jadi”, maka jadilah." (QS. Yasin: 82)
Ketika kita mengeluh : “
Capek banget gw....”
Allah menjawab : “
...dan KAMI jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS.An-Naba: 9)
Ketika kita mengeluh : “
Berat banget yah, gak sanggup rasanya...”
Allah menjawab : “
AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai kesanggupan.” (QS. Al-Baqarah: 286)
Ketika kita mengeluh : “
Stressss nih...Panik...”
Allah menjawab : “
Hanya dengan mengingatku hati akan menjadi tenang." (QS. Ar-Ro’d: 28)
Bismillahir-Rahmanir-Rahim... Suatu pagi di surga, seorang tokoh NU duduk di teras rumahnya yang asri. Dalam ketenangan pagi, ia khusyuk membolak-balik halaman kitab kuning seperti kebiasaannya di dunia dulu. Di meja sebelah, sepiring kacang rebus dan secangkir kopi susu mengepulkan asap hangat. Sesekali tokoh NU ini menjumput sebutir kacang rebus, membuka kulitnya, dan mengunyahnya pelan-pelan sambil matanya tak beranjak dari halaman buku yang tengah ia pegang.
Ini surga. Pagi di surga pastilah terasa sangat damai.
Tepat di depan rumah si tokoh NU, terdapat pula sebuah rumah yang tak kalah asrinya. Rumah itu terletak di seberang jalan. Bentuk, ukuran, keindahan serta kemewahan rumah itu persis sama seperti rumah jatah si tokoh NU itu. Pastilah kedua rumah itu merupakan hasil investasi yang sepadan.
Pintu rumah di seberang jalan itu membuka pelan. Sang pemilik keluar rumah menuju halaman depannya yang sangat indah. Wajah si pemilik rumah memancarkan cahaya yang menebarkan damai. Dulu di dunia, ia adalah seorang tokoh Muhammadiyah yang cukup dikenal. Intelektual yang rajin berdakwah, itulah dia.
Dan pagi itu, terkejutlah si tokoh Muhammadiyah itu, ketika ia dari halaman rumahnya memandang ke rumah tetangga di seberang jalan.
“Ya Allah, ya Rahman ya Rahim,” gumamnya, “Aku seperti kenal wajah tetangga di depan rumah itu.”
Selintas Kata Tersurat
"It is not just words but the feeling in one's heart"
Terlintas di benak saya ketika menanggapi ada seseorang anak manusia yang sedang mencoba untuk mulai mengerti seperti apa rasa cinta kepada manusia lainnya.
Dzulhijjah 1430 H / Desember 2009 M