Seuntai Mutiara


Persahabatan sejati tidak terlihat dari banyaknya pertemuan. Tapi persahabatan sejati terlihat dari tulusnya seorang sahabat menyebut nama sahabatnya dalam setiap doanya.

"Semua pasti ada hikmahnya... Di balik setiap kesulitan pasti ada kemudahan... "

Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai tetapi untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna

Orang yang paling berkesan dalam hidupmu adalah orang yang mampu mencintaimu ketika kamu bukan seseorang yang mudah dicintai





Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Maret 2014

Kisah Syekh Ramadhan al-Buthi RA dengan Istrinya



Oleh: Arief Assofi

Di sela-sela jawaban beliau ketika ditanya pendapatnya tentang wanita karir, beliau bercerita:

[Istri saya adalah seorang guru, ketika saya lamar, dia bertanya akan pendapat saya tentang posisinya sebagai wanita karir. Saya menjawab, "Tidak masalah, syariat tidak melarang. Tapi yang penting adalah kita dapat menciptakan kebahagian dalam kehidupan berkeluarga."

Setelah itu, dimulailah masa-masa pernikahan dan kehidupan berkeluarga. Dan saya membiarkannya sibuk bekerja. Sedangkan saya banyak mengerjakan pekerjaan dapur. Tapi saya punya tujuan di balik tingkah saya ini. Setiap pulang dari kerja, dia mendapati semua pekerjaannya sudah beres.

Kamis, 25 Oktober 2012

Sepak Bola Liberal

Malam tadi baca analogi antara Liberal dan Sepak Bola yang dipos oleh teman FB yaitu mba sis Filmiya dari temannya. Cukup menggelitik para pembaca. Berikut ceritanya. :)

K : Kiyai
L : Liberal

L : “Barat itu maju karena liberal dan sekulernya, Kyai.”

K : “Terus?”

L : “Ya umat Islam harus berani berpikir liberal. Jangan terikat dengan penafsiran dan dogma yang mengekang. Masa hari gini, masih ngeributin homoseksual haram. Tenang aja, kita ini bukan umat nabi Luth. Buktinya kita aman-aman saja.”

K : “Jadi, kalo umat Islam ingin maju, tidak usah berpegang pada hukum Allah, gitu?”

L : “Bukan tidak berpegang pada hukum Allah, tetapi penafsiran agama yang harus berubah. Jilbab, potong tangan, kawin beda agama, sudah saatnya direvisi.”

Senin, 23 Juli 2012

Peringat Imam Hasan Al-Bashri

IMAM HASAN AL BASHRI suatu saat berjalan melintasi seorang pemuda yang tenggelam dalam
tawanya yang terbahak-bahak, sedangkan ia duduk bersama sekumpulan orang dalam sebuah majelis.
Imam Hasan Al Bashri pun bertanya kepada pemuda itu,”Wahai anak muda apakah engkau sudah pernah melalui
jembatan syirath?” Pemuda itu pun menjawab,”Belum”.


Imam Hasan kembali bertanya,”Apakah engkau tahu nasibmu bakal ke neraka atau ke surga?”
Pemuda itu pun menjawab,”Tidak”. Imam Hasan pun bertanya,”Lantas apa artinya tertawa tadi?”
Setelah peristiwa itu si pemuda tidak pernah terlihat tertawa terbahak-bahak lagi.


(Ihya’ Ulumuddin, 13/2382)

Jumat, 23 Maret 2012

Jasa Bung Karno Menjaga Makam Imam Bukhori

Soekarno meminta pemerintah Uni Soviet agar segera memperbaikinya. Ia bahkan sempat menawarkan agar makam dipindahkan ke Indonesia apabila Uni Soviet tidak mampu merawat dan menjaga makam tersebut. Emas seberat makam Imam Bukhari akan diberikan sebagai gantinya…

SAAT itu. Jumat (25/11), tim ekspedisi tengah melintas Kota Samarkand, Uzbekistan, dalam perjalanan menuju Turkmenistan. Langit sudah gelap.

Kompleks makam Imam Bukhari yang megah terlihat laksana istana raja. Penerangan di sana seadanya karena sudah tidak ada lagi peziarah yang berkunjung.

Imam Bukhari ialah seorang pengumpul hadis sahih Nabi Muhammad SAW. Makamnya terletak di Samarkand, Uzbekistan. Tim Fas-tron Europe-Asia Metro TV Expedition 2011 mendapat kesempatan langka berziarah ke sana, bahkan langsung masuk ke ruang bawah tanah tempat jenazah Imam Bukhari bersemayam. Padahal biasanya para peziarah yang berasal dari berbagai suku bangsa hanya boleh masuk sampai ruang atas kompleks permakaman.

Jumat, 30 Desember 2011

Rahasia Keberkahan Wudhu


Assalamu'alaikum...

Alhamdulillah, dapet lagi renungan dan  semangat baru buat selalu lebih baik dari waktu ke waktu. Bisa dibaca ulasan renungannya.

Bismillahir-Rahmanir-Rahim ... Pernahkah terpikir mengapa kita mengambil wudhu sedemikian rupa? Pernahkah terpikir segala hikmah yang kita peroleh dalam menghayati Islam? Pernahkah terpikir mengapa Allah lahirkan kita sebagai umat Islam?

Berikut ini adalah hikmah yang dapat kita peroleh dari wudhu seperti yang diuraikan Imam Al-Ghazali dalam bukunya "Ihya Ulumuddin". Mudah-mudahan Allah SWT selalu mencucurkan rahmat-Nya. Banyak di antara kita yang tidak sadar akan hakikat bahwa setiap yang dituntut dalam Islam mempunyai hikmah tersendiri.

Selasa, 20 Desember 2011

Saling Tolong Menolong dalam Kebaikan

Siapa menabur benih maka dia yang menuai... Apabila dia menabur kebaikan maka kebaikan pula yang akan kembali kepada dirinya... InsyaAllah. :D

Coba luangkan waktu sejenak buat lihat video berikut...





erpa
Selasa, 25 Muharram 1433 H / 20 Desember 2011 M - 20:54 WIB

Selasa, 29 November 2011

Paku dan Kemarahan



Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah.

Pada Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah… Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang.

Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar.

Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.

Senin, 07 November 2011

Humor Sufi: Keledai Membaca


Timur Lenk menghadiahi Nasrudin Hoja seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati.



Tetapi Timur Lenk berkata, "Ajari keledai itu membaca. Dalam dua minggu, datanglah kembali ke mari, dan kita lihat hasilnya!"

Nasrudin berlalu, dan dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar. Nasrudin menggiring keledainya ke buku itu, dan membuka sampulnya.

Kamis, 18 Agustus 2011

Sikap Rasulullah pada Fakir Miskin dan Anak-anak


Assalamu'alaikum...

Sambil menunggu jam pulang kantor tiba, mencari setitik pencerahan sebagai pengingat diri yang pada akhirnya menemukan bacaan bagus seputar akhlak Rasulullah SAW kepada kaum dhu'afa. Merinding diri ini membaca akan kasih sayang nya baginda Nabi SAW kepada mereka. Betapa beruntung si anak yang diceritakan tersebut. 

Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan mulia Nabi Muhammad SAW. Allahumma shalli 'alaa sayyidina Muhammad wa 'alaa alihi wa shahbihi wasallam.

Selasa, 16 Agustus 2011 15:18 WIB
Oleh Khofifah Indar Parawansa

Dalam sejarah, Rasulullah SAW dikisahkan punya kedekatan hubungan dengan orang-orang miskin, termasuk anak-anak. Bahkan, ketika masuk ke dalam suatu majelis, Rasulullah memilih duduk dalam kelompok orang-orang miskin.

Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang memakaikan seorang anak pakaian yang indah dan mendandaninya pada hari raya, maka Allah SWT akan mendandani / menghiasinya pada hari kiamat. Allah mencintai terutama setiap rumah, yang di dalamnya memelihara anak yatim dan banyak membagi-bagikan hadiah. Barang siapa yang memelihara anak yatim dan melindunginya, maka ia akan bersamaku di surga.”

Suatu ketika, pada Hari Raya Idul Fitri, Rasulullah seperti biasanya berkunjung ke rumah-rumah warga. Dalam kunjungannya itu, Rasulullah melihat semua orang bahagia. Anak-anak bermain dengan mengenakan pakaian hari raya. Namun, tiba-tiba pandangan Rasulullah tertuju pada seorang anak kecil yang sedang duduk bersedih.

Anak kecil ini memakai pakaian penuh tambalan dan sepatu rusak. Rasulullah lalu bergegas mengham pirinya. Melihat kedatangan Rasulullah, anak kecil itu menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya dan menangis tersedusedu. Rasulullah lantas meletakkan tangannya di atas kepala anak kecil itu dan dengan penuh kasih sayang, lalu bertanya, “Anakku, mengapa kamu menangis? Hari ini adalah hari raya bukan?”

Anak itu menjawab, “Pada hari raya yang suci ini semua anak menginginkan agar dapat merayakan bersama orang tuanya dengan bahagia. Anak-anak bermain dengan riang gembira. Aku lalu teringat pada ayahku, itu sebabnya aku menangis. Ketika itu hari raya terakhir bersamanya. Ia membelikanku sebuah gaun berwarna hijau dan sepatu baru. Waktu itu aku sangat bahagia. Lalu suatu hari ayahku pergi berperang bersama Rasulullah. Ia bertarung bersama Rasulullah bahu-membahu dan kemudian ia meninggal. Sekarang ayahku tidak ada lagi. Aku telah menjadi seorang anak yatim. Jika aku tidak menangis untuknya, lalu siapa lagi?

Mendengar cerita itu, seketika hati Rasulullah diliputi kesedihan. Dengan penuh kasih sayang ia lalu membelai kepala anak kecil dan berkata, Anakku, hapuslah air matamu. Angkatlah kepalamu dan dengarkan apa yang akan kukata kan kepadamu. Apakah kamu ingin agar aku menjadi ayahmu? Dan apakah kamu juga ingin agar Fati mah menjadi kakak perempuanmu dan Aisyah menjadi ibumu? Bagaimana pendapatmu tentang usul dariku ini?

Anak kecil itu langsung berhenti menangis. Ia memandang dengan penuh takjub orang yang berada tepat di hadapannya. Namun, entah mengapa ia tidak bisa berkata apa-apa. Ia hanya dapat menganggukkan kepalanya sebagai tanda menerima tawaran Rasulullah. Kemudian, anak kecil itu bergandengan tangan dengan Rasulullah menuju ke rumah.

Sesampainya di rumah, wajah dan kedua tangan anak kecil itu lalu dibersihkan. Ia kemudian diberi pakaian yang indah dan makanan, serta uang. Lalu ia diantar keluar agar dapat bermain bersama anakanak lainnya. Sikap Rasulullah ini menunjukkan Islam sangat menonjolkan kepedulian sosial.

Diterbitkan di Republika cetak dengan judul Islam dan Kesalehan Sosial

Semoga bermanfaat bagi diri pribadi pada khususnya dan para pembaca pada umumnya.

Wassalamu'alaikum...






erpa
Kamis, 18 Ramadhan 1432 H / 18 Agustus 2011 M - 21:00 WIB

Jumat, 12 Agustus 2011

3 Pertanyaan dengan Satu Jawaban


Assalamu'alaikum...

Seperti biasa menunggu sahut ada aja bacaan yang bagus. Percuma aja kalau ndak dibagi kepada para pembaca. Berikut ceritanya.


oleh NQDL

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di negeri Sam kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang Guru agama, siapapun yang boleh menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya Orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.

“Anda siapa? Dan apakah boleh anda menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?” Pemuda bertanya. “Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan saudara.” Jawab Guru Agama. “Anda yakin? sedang Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.” Jawab Guru Agama “Saya akan mencuba sejauh kemampuan saya”

Pemuda : “Saya punya 3 pertanyaan

1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan kewujudan Tuhan kepada saya!
2. Apakah yang dinamakan takdir?
3. Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan, sebab mereka memiliki unsur yang sama?

Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?”

Senin, 08 Agustus 2011

Bocah Misterius


Oleh Yusuf Mansur

Bocah Misterius - ilustrasi


"Hey kamu....ayo sini," sapa Luqman dengan halus  kepada seorang bocah yang dengan sengaja menganggu anak kecil lain yang sedang berpuasa.

 "Siapa namamu? Dari mana asal kamu?" tanya Luqman  sambil memegang lengan bocah itu. Sebenarnya Luqman  gemas, tapi ia tahan kegemasan itu.

Meski ditanya dengan sopan, bocah itu malah balik  mendelik ke arah Luqman dan tertawa menyeringai! Tawa  bocah itu membuat Luqman segera melepaskan pegangannya  seketika. Luqman merasa bocah ini bukanlah anak sembarangan.  Sungguh pun penampilannya kayak bocah biasa. Kaos plus  celana pendek. Agak lusuh tapi bersih.

Luqman melihat mata bocah itu. Mata itu bukanlah mata anak manusia pada umumnya. Ditambah lagi,  sebelumnya Luqman tidak pernah melihat bocah itu  di kampungnya, kampong Ketapang, Tangerang. Luqman sudah bertanya kesana kemari, adakah tetangga  atau orang dikampungnya yang mengenali siapa bocah itu dan siapa keluarganya. Semua orang yang ditanya Luqman menggelengkan kepala, tanda tak tahu.

Bocah itu menjadi pembicaraan dikampung Ketapang.  Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung. Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak  remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini bagi orang kampung sungguh menyebalkan. Yah, bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya  memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap  dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat diplastik es tersebut.  Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa! Tapi ini justru terjadi ditengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar  dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yang melihatnya.

Minggu, 19 Juni 2011

Nasi Goleng

Nemu cerita menarik dari fb siang hari ini. Moga bisa diambil ibroh, khusus buat si penulis umum buat pembaca sekalian. ^_^"

NASI GOLENG

Seorang cadel ingin membeli nasi goreng yang sering mangkal di dekat rumahnya.
Cadel: "Bang, beli nasi goleng satu"
Abang: "Apa ... ?"
Cadel: "Nasi goleng!"
Abang: "Apaan?" (Ngledek lagi)
Cadel: "Nasi goleng!!!!!"
Abang: "Ohh... nasi goleng..."

Sambil ditertawakan oleh pembeli yang lain dan pulanglah si cadel dengan sangat kesal. Sesampainya di rumah dia bertekad untuk berlatih mengucapkan "nasi goreng" dengan benar. Hingga akhirnya dia mampu mengucapkan dengan baik dan benar.


Hari 2 .....
Dengan perasaan bangga, si cadel ingin menunjukkan bahwa dia bisa mengucapkan pesanan dengan tidak cadel lagi.
Cadel: "Bang, saya mau beli NASI GORENG, bungkus!!!"
Abang: "Ohh ... pake apa?"
Cadel : ".... pake telol ....." (Sambil sedih)
Akhirnya kembali dia berlatih mengucapkan kata "telor" sampai benar.

Hari 3 .....
Untuk menunjukkan bahwa dia mampu, dia rela 3 hari berturut-turut makan nasi goreng.
Cadel: "Bang, beli NASI GORENG, pake TELOR!!!! Bungkus!"
Abang: "Ceplok atau dadar?"
Cadel: "Dadal...!" (dengan spontan)

Kembali dia berlatih dengan keras...

Hari 4........
Dengan modal 4 hari berlatih lidah, hari ini dia yakin mampu memesan dengan tanpa ditertawakan.
Cadel: "Bang, beli NASI GORENG, pake TELOR, di DADAR!!!!!"
Abang: "Hebat kamu ' del , udah nggak cadel lagi nich, harganya Rp.2,500.- ' del ."

Si cadel menyerahkan uang Rp 3.000,- kepada si abang, namun si abang tidak memberikan kembaliannya, hingga si cadel bertanya.
Cadel: "Bang, mana kembaliannya?"
Abang: "Oh iya, uang kamu Rp 3.000,- harganya Rp 2.500,-, kembaliannya berapa del ?" (sambil senyum ngledek) Si cadel gugup juga untuk menjawabnya , dia membayangkan besok bakal makan nasi goreng lagi.
Tapi akhirnya dia menjawab : "GOPEK... !!!" sambil tersenyum penuh kemenangan.



INTI DALI CELITA INI ADALAH :
HIDUPLAH TELUS DENGAN PENUH PELJUANGAN !!!
JANGAN MENYELAH YAH !


erpa
Ahad, 17 Rajab 1432 H / 19 Juni 2011 M - 15:15 WIB

Kamis, 24 Februari 2011

Kearifan Ulama Tanah Jawa

Assalamu'alaikum...

Nah, ketemu lagi... postingan pagi dini hari ini mengenai cerita yang aye kutip dari situsnya Habib Lutfi Yahya mengenai 'Ulama di Tanah Jawi ini. Sok atuh dibaca...

Kearifan Ulama Tanah Jawa
Kamis, 13 Agustus 2009 00:00


Di Jawa ada Kiyahi namanya Kiyai Hasan, daerah Kraksan. Beliau itu termasuk wali Allah yang luar biasa. Kalau beliau mau kedatangan Ahli Bait, keturunan nabi, Habib, beliau lari menjemput sambil berkata ada raihatul musthafa, ada bau harum badan Rasulullah Saw. Padahal kuturunan nabi itu entah baru sampai dimana.

Diantara Karamahnya. Suatu ketika, saat ada seorang haji menyewa mobil, kebetulan yang jadi sopirnya Ahli Bait (Habib/Syarif). Cuma haji ini tidak tahu kalau itu adalah Ahli Bait. Kiayi Hasan bilang sama anak-anaknya: tolong kamar tidur dirapikan kita mau kedatangan Habib. Habibnya siapa? Tanya putra kiyahi Hasan. Nanti saya tunjukan kalau sudah datang, jawab kiyahi itu.

Setelah haji itu tiba dirumah kiyahi Hasan, kiyahi Hasan bertanya pada haji itu, Haji supirmu dimana? Sopir kula asaren kiyai, Sopir saya tidur Kiyai, Jawab Haji. Kiyahi balik bertanya, e'ka'emmah (dimana)? Di Mobil Kiyahi, jawab Haji. Saya mau dekati dia boleh ya, kiyahi meminta ijin.

Yi tangi Yi' (Habib bangun Bib). Sopir itu kaget, karena seumur-umur tidak ada yang manggil Ayi', atau Habib. Akhirnya dikenal dengan bangsa al Jufri. Kiyahi Hasan ditanya: darimana tahu sopir itu Habib? Dari bau keringatnya, bau keringat kangjeng Nabi, kata kiyai Hasan.

Itu hebatnya ulama-ulama kita dahulu, sejauh itu pandangannya, dari hormatnya pada Ahli Bait Nabi. Dan tokoh-tokoh itu bukan satu dua, Imam Subki, Qadhi Iyadh tahu bagaimana kedudukan Ahli Bait an Nabi dan juga ulama-ulama lain, ujar Al Habib M. Lutfi bin Ali Yahya.

Sumber: Habib Lutfi Yahya Net


Baca cerita ini pas banget sama lagu yang muter di mp3 player PC kerja yaitu "Ya Nabi Salam Alayka" nya bang Maher. Brrr... langsung merinding... :D

Mau dengerin juga ???




Wssalamu'alaikum...


erpa
Kamis, 21 Rabi'ul Awwal 1432 H / 24 Februari 2011 M - 03.40 WIB

Selintas Kata Tersurat


"It is not just words but the feeling in one's heart"

Terlintas di benak saya ketika menanggapi ada seseorang anak manusia yang sedang mencoba untuk mulai mengerti seperti apa rasa cinta kepada manusia lainnya.

Dzulhijjah 1430 H / Desember 2009 M

Mengenai Saya

Foto saya
Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia
Blog ini berisi pengalaman saya tentang pengetahuan seputar teknik komputer dan jaringan serta pengalaman-pengalaman lainnya yang bisa menginspirasi Anda. Selain itu berisikan semua hal dari uneg-uneg sampai motifasi dan renungan bagi diri pribadi. Juga gaya hidup dan informasi lainnya yang berguna ada di sini. :D

Republika Online RSS Feed

Jadwal Waktu Sholat untuk Daerah Jakarta Raya dan Sekitarnya

Trafik Para Pembaca Blog

free counters