Seuntai Mutiara


Persahabatan sejati tidak terlihat dari banyaknya pertemuan. Tapi persahabatan sejati terlihat dari tulusnya seorang sahabat menyebut nama sahabatnya dalam setiap doanya.

"Semua pasti ada hikmahnya... Di balik setiap kesulitan pasti ada kemudahan... "

Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai tetapi untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna

Orang yang paling berkesan dalam hidupmu adalah orang yang mampu mencintaimu ketika kamu bukan seseorang yang mudah dicintai





Tampilkan postingan dengan label Komputer n Jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komputer n Jaringan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 November 2014

Memasang Teamviewer 9 basis Linux Ubuntu 12.04 LTS

Bermula dari keterpaksaan enggan menggunakan PC Windows sebelah yang mulai masalah untuk me-remote PC atasan. Selain Remote Desktop, ada aplikasi lain yaitu Team Viewer. Bedanya, Remote Desktop berdasarkan IP Address atau MAC Address sementara Team Viewer berdasarkan ID unik. 

Unduh dari situsnya di teamviewer. Secara otomatis, situs tersebut akan mendeteksi IP negara dan menggunakan basis Sistem Operasi yang ada. Pilih bit sesuai Sistem Operasi yang terpasang di PC atau Notebook.




Cek versi Sistem Operasi - Linux Ubuntu 12.04 LTS




Unduhan yang sudah siap dipasang.


Buka terminal. Masuk sebagai SU atau root. Jalankan perintah:
dpkg -i teamviewer_linux.deb         (untuk 32 bit)
dpkg -i teamviewer_linux_x64.deb (untuk 64 bit)

root@ts-desktop:/home/ts# dpkg -i teamviewer_linux.deb
dpkg: error processing teamviewer_linux.deb (--install):
 cannot access archive: No such file or directory
Errors were encountered while processing:
 teamviewer_linux.deb
root@ts-desktop:/home/ts#


Pesan kesalahan tersebut karena pengguna yang menjalankan perintah namun tidak satu folder dengan paket sumber yaitu teamviewer_linux_x64.deb.
Tempatkan paket sumber pada folder yang mana SU atau root sekarang berada atau ubah jalur ke folder di mana paket sumber ditempatkan. Jalankan kembali perintah tersebut.

root@ts-desktop:/home/ts# dpkg -i teamviewer_linux.deb
Selecting previously unselected package teamviewer9.
(Reading database ... 217992 files and directories currently installed.)
Unpacking teamviewer9 (from teamviewer_linux.deb) ...
Setting up teamviewer9 (9.0.32150) ...
root@ts-desktop:/home/ts#


Jika berhasil tidak ada masalah sebagaimana di atas. Lanjut dengan menerima Licence Agreement saat program kali pertama dibuka.


Tampilan program yang sudah siap digunakan untuk me-remote atau di-remote secara jarak jauh via Internet.






Your ID adalah kode unik tiap perangkat yang terpasang program ini. Password adalah kata kunci untuk mengakses perangkat yang ingin di-remote. Jika ingin di-remote informasikan ID dan password tersebut. Jika ingin me-remote ketik ID pada kotak isian Partner ID kemudian klik Connect to partner dan muncul jendela baru untuk mengisikan password. Akses cukup klik Log On.




Teamviewer 9
Linux Ubuntu 12.04 LTS

Minggu, 17 November 2013

Membagi Program-Aplikasi, Dibagi Program-Virus


Lagi, USB FD kena si shorcut virus. Namun kali ini file protected dan tidak bisa diubah mode, tetap read only. Ada 5 file yang nyangkut di dalamnya yaitu: autorun.inf, desktop.ini, nama_USB.lnk, thumbs.db, dan nama-file-acak.init. Sementara data asli dikumpulkan di dalam folder tanpa nama.

Terimakasih atas langkah yang tepat yang saya baca dan terapkan dari blog Mahendra. Pada praktiknya, saya gunakan Linux Ubuntu 10.10 Maverick Meerkat.

Kamis, 17 Februari 2011

Pelajar SMK Rakit 1.242 LCD Proyektor



Assalamu'alaikum...


Kembali mencari bacaan seru di malam sampai pagi dini hari ini. Eh nemu berita yang kalau diliat latar belakang gambar liputannya kayanya pernah main di situ dah. Coba tebak ???

Aula sekolah dulu... (koq masih sama yak ??? hehehehehe...)
Eits jadi ngawur dah, terus apa beritanya ??? Jadi ini beritanya... Silahkan dibaca. :D


BERITAJAKARTA.COM — 16-02-2011 18:51
Keahlian para pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di ibu kota semakin meningkat. Setelah berhasil merakit sebanyak 2000 laptop beberapa waktu lalu, kini para siswa SMK di DKI juga sukses merakit sebanyak 1.242 LCD proyektor.

LCD proyektor yang dirakit oleh pelajar dari SMKN 1, 6, 26 dan SMKN 56 ini memiliki spesifikasi 2.500 lumens, dan diberi merek ESEMKA. Selanjutnya seluruh LCD proyektor itu diberikan pada 291 SMK negeri dan swasta yang ada di Jakarta.

Kepala Bidang Pendidikan SMK Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Rita Aryani, mengatakan ke-1.242 LCD itu masing-masing dirakit oleh SMKN 1 sebanyak 294 unit. Kemudian SMKN 6 merakit 316 unit, SMKN 26 merakit 316 unit dan SMKN 56 merakit 316 unit.

"Program perakitan LCD proyektor ini memberikan bukti SMK di DKI telah memiliki kemampuan untuk mengembangkan teaching industry dengan cara bermitra dengan industri, melakukan program joint production, di mana industri mitra berperan sebagai supplier (pemasok) komponen, sedangkan proses perakitan dilakukan di SMK," kata Rita Aryani, saat penyerahan proyektor rakitan SMK, di SMKN 26 Pembangunan, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (16/2).

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, mengatakan, program perakitan ini sejalan dengan tiga upaya strategis pembangunan SMK di Jakarta. Yakni penguatan kemampuan SMK sebagai lembaga pendidikan, pusat pelatihan, pengembangan karier, dan persemaian jiwa pengusaha.

Kemudian membangun industrial technical education zone melalui kerjasama dengan mitra industri. Program ini memiliki makna menciptakan kultur pabrik di SMK, dan memasukkan pembelajaran dalam lini produksi. Penekanannya adalah aspek produksi, penjualan dari hasil teaching industry dapat dikelola oleh unit lain di SMK atau menjalin kerja sama dengan kesatuan bisnis di luar SMK.

"Kita juga membangun SMK sebagai pusat bisnis. Ini memiliki makna implementasi kewirausahaan di SMK, memasukkan pembelajaran kewirausahaan dalam kondisi nyata," jelas Taufik.

Selain itu, produk atau jasa yang dijual merupakan hasil pengemasan sendiri atau dari pemasok. Penekanannya pada pengembangan jiwa kewirausahaan siswa dan penjualan lebih ditekankan pada kemampuan siswa dalam menjual produknya," terangnya.

Selanjutnya, Dinas Pendidikan DKI juga berupaya agar lulusan SMK memiliki keterampilan standar kompetensi sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Upaya yang dilakukan adalah,memperkuat kemampuan adaptif, memperkuat kemampuan dasar matematika terapan dan sains terapan. Kemudian memperkuat kemampuan wirausaha, penguasaan bahasa nasional dan internasional, serta penguasaan kompetensi dasar teknologi informasi dan komunikasi.

Reporter: nurito | Editor: purwoko

Sumber: Berita Jakarta


Waduh, dulu laptop, sekarang lcd proyektor. Aye dulu ngapain aja yak ??? Ada yang tau kita ngapain aja dulu ??? (ditujukan buat yang seangkatan sampai senior... :P) Yah, bersyukur ada prestasi yang bisa dibanggakan makin ke depan. ^_^"
Semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Wassalamu'alaikum...

erpa
Kamis, 14 Rabi'ul Awwal 1432 H / 17 Februari 2011 M - 02.20 WIB

Selasa, 08 Februari 2011

Download dan Instalasi KIS 2011 Full Version


Assalamu'alaikum...



Tutorial ini saya tulis hanya untuk sekedar ingatan pribadi dan juga berbagi dengan teman-teman yang kebetulan nanya juga caranya. Buat yang belum faham langkah-langkah instalasi Kaspersky Internet Security 2011 aka KIS 2011, berikut adalah permulaannya.

Catatan: kalau mau sukses berdo'a dulu... :P


01. Download Kaspersky Internet Security 2011. Kapaistas 110 MB.
Bisa langsung di download di link berikut | Download |

02. Download Crack Kaspersky Internet Security 2011. Kapasitas 1.1 MB.
Bisa langsung di download di link berikut | Download |

03. Setelah selesai download kedua file tersebut, instal Kaspersky Internet Security 2011 yaitu file kav11.0.2.556en.exe yang sudah didownload tadi.

04. Muncul jendela "Welcome to the Kaspersky Internet Security 2011 Setup Wizard" dan klik Next.

05. Pada jendela "End User License Agreement" dan klik I Agree.

06. Pada jendela "Kaspersky Security Network" dan klik Install.

07. Pada jendela "End User License Agreement" dan klik I Agree.

08. Pada jendela "Activate the Application" dan pilih Activate trial version.

09. Pada jendela "Application Activation" dan klik Next.

10. Pada jendela "The installation is complete" dan klik Finish. Jalankan KIS yang sudah terinstal.

11. Pada saat sekarang KIS 2011 memang sudah terinstal namun masih dalam masa trial. Jika ingin menjadikannya sebagai full version maka dibutuhkan serial number. Oleh karena kita ada crack KIS 2011 maka kita gunakan sebagai opsi lain.

12. Sekarang klik Seting, adanya di kanan atas di bawah close dan pilih Self Defense.

13. Pada jendela "Self-Defense Settings" hilangkan centang pada Enable Self Defense atau dengan kata lain kita disable dan klik OK.

14. Sekarang klik Licence 30 days remaining, adanya di bawah kanan jendela.

15. Pada jendela "License management" hapus serial number pada tombol [X] di sisi kanan SN tersebut.

16. Pada jendela baru "License management" klik Yes di bawah pertanyaan Do you want to delete license?.

17. Pada jendela baru "License management" klik Close di bawah pernyataan Application is not activate.

18. Keluar atau tutup KIS 2011, klik Exit.

19. Keluar juga dari sistem tray KIS 2011, klik kanan pada logo KIS 2011 di taskbar yang tempat kumpulan sistem tray aplikasi lalu klik Exit.

20. Buka folder donwload Kaspersky2011Crack.rar dan ekstrak terlebih dahulu.

21. Taruh di folder data software yang aman atau di folder C:/Program Files/KIS 2011 dan jalankan Crack KIS 2011.

22. Pada jendela baru "Welcome" klik Next.

23. Pada jendela "Instructions" baca instruksi, pilih I have read the instructions dan klik Install.

24. Tunggu sampai selesai dan pada jendela "Installation Finished" klik Finish.

25. Jika instalasi berjalan sebagaimana mestinya maka akan ada notifikasi di bawah kanan bahwa License 3700 days remaining.


Langkah ini sudah saya lakukan untuk menginstal KIS pada PC kerja teman kantor... tanya aja no absen 36... heheheheee... ^_^"



Wassalamu'alaikum...



erpa
Selasa, 05 Rabiul Awwal 1432 H / 08 Februari 2011 M - 04.50 WIB.


Minggu, 16 Januari 2011

Repositori Ubuntu 10.10 Maverick Meerkat Lokal ID

Assalamu'alaikum...

Postingan pagi-pagi buta kali ini buat mendukung tugas pagi ini, install PC Desktop divisi sebelah menggunakan Ubuntu 10.10 Maverick Meerkat. Lagi cari apa yang kurang buat install macam-macam aplikasi eh ternyata masih ada yang belum di-update. Sekalian aja buat update aplikasi-aplikasi itu tapi lihat dulu sumbernya. Paling enak bisa lebih cepat koneksi buat download update-an dari link lokal di ID - Indonesia. Jadi, harus siapkan beberapa repositori Ubuntu 10.10 Maverick Meerkat dari segala server di ID. Berikut adalah beberapa repositori lokal yang dapat digunakan selain default dari server luar.

FOSS ID :

deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb-src http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse
deb-src http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse


Indika NET :

deb http://ubuntu.indika.net.id/ maverick main restricted universe multiverse
deb-src http://ubuntu.indika.net.id/ maverick main restricted universe multiverse
deb http://ubuntu.indika.net.id/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://ubuntu.indika.net.id/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb http://ubuntu.indika.net.id/ maverick-security main restricted universe multiverse
deb-src http://ubuntu.indika.net.id/ maverick-security main restricted universe multiverse


ITB :

deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb-src ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb-src ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse
deb-src ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse

ITS :

deb http://mirror.its.ac.id/pub/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb-src http://mirror.its.ac.id/pub/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb http://mirror.its.ac.id/pub/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://mirror.its.ac.id/pub/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb http://mirror.its.ac.id/pub/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse
deb-src http://mirror.its.ac.id/pub/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse


Si Komo :

deb http://komo.vlsm.org/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb-src http://komo.vlsm.org/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb http://komo.vlsm.org/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://komo.vlsm.org/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb http://komo.vlsm.org/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse
deb-src http://komo.vlsm.org/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse


Undip :

deb http://jaran.undip.ac.id/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb-src http://jaran.undip.ac.id/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb http://jaran.undip.ac.id/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://jaran.undip.ac.id/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb http://jaran.undip.ac.id/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse
deb-src http://jaran.undip.ac.id/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse


UGM :

eb http://repo.ugm.ac.id/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb-src http://repo.ugm.ac.id/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb http://repo.ugm.ac.id/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://repo.ugm.ac.id/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb http://repo.ugm.ac.id/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse
deb-src http://repo.ugm.ac.id/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse

Kambing UI :

deb http://kambing.ui.edu/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.edu/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb http://kambing.ui.edu/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.edu/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb http://kambing.ui.edu/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.edu/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse


UMS :

deb http://mugos.ums.ac.id/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb-src http://mugos.ums.ac.id/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb http://mugos.ums.ac.id/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://mugos.ums.ac.id/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb http://mugos.ums.ac.id/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse
deb-src http://mugos.ums.ac.id/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse


UNEJ :

deb http://mirror.unej.ac.id/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb-src http://mirror.unej.ac.id/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb http://mirror.unej.ac.id/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://mirror.unej.ac.id/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb http://mirror.unej.ac.id/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse
deb-src http://mirror.unej.ac.id/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse


Buaya :

deb http://buaya.klas.or.id/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb-src http://buaya.klas.or.id/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb http://buaya.klas.or.id/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://buaya.klas.or.id/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb http://buaya.klas.or.id/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse
deb-src http://buaya.klas.or.id/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse


CBN :

deb http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb-src http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse
deb-src http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse


UKDW Yogyakarta :

deb http://repo.ukdw.ac.id/ubuntu maverick main restricted universe multiverse
deb http://repo.ukdw.ac.id/ubuntu maverick-updates main restricted universe multiverse
deb http://repo.ukdw.ac.id/ubuntu maverick-security main restricted universe multiverse
deb http://repo.ukdw.ac.id/ubuntu maverick-backports main restricted universe multiverse
deb http://repo.ukdw.ac.id/ubuntu maverick-proposed main restricted universe multiverse



Semoga bermanfaat buat diri ini dan sekalian pembaca. ^_^"

Wassalamu'alaikum...



erpa
Ahad, 11 Safar 1432 H / 16 Januari 2011 M - 02.55 WIB

Senin, 29 November 2010

Download Video Youtube di Ubuntu

Sekarang download video dari youtube ke pc sudah banyak cara yang bisa digunakan. Ada yang menggunakan web sebagai pihak ketiga sebagai downloader. Ada juga yang memakai toutube downloader. Namun di beberapa browser seperti halnya Mozilla Firefox terdapat beberapa add ons sebagai downloadernya, satu contoh download helper.

Yang jadi masalah kemarin donwload helper rada-rada error sehingga kadang bisa langsung download kadang tidak sama sekali. Alhasil setelah membaca salah satu artikel di blog komunitas ternyata ada satu cara lagi dan yang pasti pengguna os linux ubuntu pula. Bagaimana caranya ???

Jadi ketika Anda ingin men-donwload suatu video dari youtube coba buka dulu dan jalankan proses buffering sampai selesai. Ketika sudah selesai coba buka folder /tmp. Cocokkan salah satu file video yang ada di folder tersebut mulai dari date modified dan juga nama file video default yang telah di-download itu berupa acak atau random.

Berikut capture pada saat menggunakan metode download helper.

Photobucket

Berikut capture pada saat menggunakan metode temporary cache.

Photobucket

Berikut capture pada folder /tmp di file system ubuntu.

Photobucket



Buat catetan pagi biar tetep melek sebelum pulang... Moga bermanfaat... ^_^"



erpa
Senin, 22 Dzulhijjah 1431 H / 29 November 2010 M - 06.25 WIB


Minggu, 21 November 2010

Troubleshooting Power Supply Unit ATX

Melepas penat pagi-pagi buta begini buka setelah kepanikan sesaat di kantor berhubung listrik Down enaknya nulis sesuatu. Tadi sebelum listrik Down dan dari ruang NOC berbunyi tanda backup mode dari si UPS, lagi coba cari tau tentang mendeteksi PSU Matot aka mati total. Ini juga gara-gara ditanya-tanya ma senior yang lagi share ilmunya... :))

Power Supply Unit akan disebut PSU untuk selanjutnya.

Jadi setelah dicari-cari eh ketemu dari berbagai sumber di lapangan, begini hasilnya:

Untuk mendeteksi PSU yang mati total dengan gejala PC sudah coba ditekan tombol ON namun masih tetap OFF begini caranya:

1. Perhatikan jenis PSU yang akan dicek.
Penulis mendapatkan jenis PSU yang menggunakan mobo ATX.
2. Siapkan si pasien yaitu si PSU ATX untuk dicek & ricek.
3. Cari kabel kecil semisal kabel UTP 1 helai atau klip penjepit kertas.
Ini digunakan sebagai pen-short antara konektor kabel PSU ATX yang berada sebagai pengalokasi daya untuk mobo yang 20 pin.
4. Lihat konektor yang kebelnya berwarna hijau dan hitam pada konektor 20 pin tersebut atau 24 pin bagi yang digabung.
5. Hubungkan keduanya dengan menggunakan klip kertas atau kabel kecil tadi, klip ini sebagai jumper antara keduanya. Apa fungsinya ? Kita bahas di bawah.
6. Kembali ke PSU dan colokkan kabel power ke stop kontak listrik PLN yang aktif dan tidak ada panel listrik yang Down.
Kalau ada panel yang Down sama juga bohong dong.
7. Cek kipas pada PSU tersebut.
Kalau berputar berarti PSU nyala dan kalau tidak berputar berarti tidak nyala. :)

PSU menyala bukan berarti PSU dalam kondisi yang stabil, ada kemungkinan drop. Misalkan pada saat disambungkan ke mobo dan dibebani dengan perangkat lain seperti HDD, optical Drive dsb. Hal yang terjadi adalah PC teap nyala atau mati namun fan PSU masih tetap berputar dan ini yang disebut PSU Drop.

Untuk mendeteksi PSU yang drop begini loh gejalanya:

1. PC sering hang sendiri, di dalam faktor spek yang bagus misalnya.
2. Port USB jadi tidak berfungsi.
3. PC terkadang restart sendiri, di luar faktor adanya virus.
4. PC dalam keadaan ON dalam monitor juga namun HDD tidak terdeteksi di BIOS.


dikumpulkan dari berbagai sumber

erpa
Ahad, 14 Dzulhijjah 1431 H / 21 November 2010 M - 05.00 WIB

Sabtu, 15 Mei 2010

Sekilas Tutorial Trango Wireless Broadband


Tutorial Trango Wireless Broadband

Daripada lupa buat setting kalau lagi kepepet jaga meja TS sendiri sementara tim OPR lagi pada instalation ma maintenance, nih buat jaga jaga TS untuk setting Radio Trango. Apa itu Trango ? google aja dulu... ^_^"

Berikut artikel yang saya copas dari blog temen selaku engeneer lapangan. Mohon ijinnya buat copas mas Bay... *kata mas By: "ya silakan..." ^_^"

Let's begin the lesson...

* ip default = 192.168.100.100

command :

1.sysinfo = Check konfigurasi yang sedang dipergunakan atau berjalan.

contoh :
#>sysinfo

tampilan :
[Hardware Version] 0004 -> Versi Hardware.
[FPGA Version] 03110601 [Checksum] 1D28DCC4 -> Nilai koreksi versi FPGA.
[Firmware Version] FSU 1p01H0004D03100101 [Checksum] 191D17BC -> Nilai koreksi software radio.
[Device ID] 00 01 DE 13 E0 15 [Base ID] 1 [AP ID] 3 [SU ID] 37 -> Nilai baseid, apid, dan suid yang terdaftar ( sesuai setting ) di AP.
[System Up Time] 2 day(s) 10:54:18 -> Waktu aktif radio dari kondisi off sebelumnya.
[Radio Temperature] 34 -> suhu pada hardware
[Opmode] su [Default Opmode] su [Opmode Start] 30 sec -> mode kerja dan mode load default sesudah restart.
[IP] 172.16.4.49 [Subnet Mask] 255.255.255.0 [Gateway] 172.16.4.254 -> setting ip pada hardware
[Httpd Port] 80 [Httpd Status] listen -> status service konfigurasi via web browser
[Telnetd Port] 23 [Telnetd Status] connected (172.16.2.83,2075) -> status koneksi dan jalur yang dipergunakan untuk setting hardware.
[Tftpd] disabled -> status service tftp yang dipergunakan untuk upgrade software radio.
[RF Tx Power] 22 dBm -> Daya yang dipergunakan radio.
[RF Rx Threshold] -70 dBm -> Batasan sinyal minimum yang dipergunakan untuk koneksi.
Channel Table: (MHz) -> Tabel frequensi yang dapat dipergunakan.
[Ch#01] 5736 [Ch#02] 5756 [Ch#03] 5776 [Ch#04] 5736 [Ch#05] 5736 [Ch#06] 5816
[Ch#07] 5745 [Ch#08] 5760 [Ch#09] 5775 [Ch#10] 5790 [Ch#11] 5340 [Ch#12] 5745
[Ch#13] 5760 [Ch#14] 5775 [Ch#15] 5790 [Ch#16] 5805 [Ch#17] 5820 [Ch#18] 5736
[Ch#19] 5736 [Ch#20] 5736 [Ch#21] 5745 [Ch#22] 5736 [Ch#23] 5736 [Ch#24] 5736
[Ch#25] 5736 [Ch#26] 5736 [Ch#27] 5736 [Ch#28] 5736 [Ch#29] 5736 [Ch#30] 5736

[Channel Scan Sequence] 13 h -> Tabel frequensi yang akan di scan sebagai media komunikasi ke AP.
[Active Channel] 13 h Associated -> status komunikasi dengan AP.
[Broadcast Packet] block [Auto Scan AP] on [TCP/IP for AP] on [TCP/IP for Local
Eth] on -> Status setting pada sw.
[Remarks] trango -> Identifikasi nama hardware.
[RF Rx] 147 kbps [RF Tx] 44 kbps [Eth Rx] 38 kbps [Eth Tx] 143 kbps -> status koneksi berdasarkan hardware wireless (RF RX & RF TX), berdasarkan hardware ethernet (Eth RX & Eth TX).

2. updateflash ss / updateflash systemsetting = update konfigurasi yang sedang berjalan ke konfigurasi yang tersimpan di memory hardware, untuk di-load ulang saat hardware di reboot.

3. save ss / save systemsetting = simpan konfigurasi berjalan setelah dilakukan perubahan konfigurasi.

4. rssi (freq) = untuk melakukan check kualitas sinyal pada frequensi tertentu / terhadap AP yang saat ini sedang terhubung.

contoh :
#>rssi

tampilan :
#> rssi

[ 1] peak -64 dBm avg -64 dBm ****
[ 2] peak -63 dBm avg -64 dBm ****
[ 3] peak -64 dBm avg -64 dBm ****
[ 4] peak -64 dBm avg -64 dBm ****
[ 5] peak -64 dBm avg -64 dBm ****

bila nilai minus semakin kecil maka kualitas sinyal koneksi semakin baik, sebagai contoh : -67 lebih baik dari -76.

5. opmode (su) (ap) (off) = melakukan perubahan terhadap fungsi kerja hardware (opmode), sebagai su , ap atau dalam mode off.

contoh : #>opmode su

6. set defaultopmode (su) (off) = memberikan setting default terhadap fungsi kerja hardware (opmode) sesudah hardware di-restart.

contoh :
#>set defaultopmode su y

tampilan :
#> set defaultopmode su y
[Default Opmode] su [Opmode Start] 30 sec
Success.

7. freq (channel) = menetapkan channel yang akan dipergunakan antara komunikasi SU dan AP.

contoh :
#>freq 13 h

tampilan :
#> freq 13 h
Success.

8. freq writescan (channel) = menetapkan channel tertentu yang juga akan dipergunakan sebagai alternatif komunikasi dengan AP.

contoh :
#>freq writescan 13 h 13 v

tampilan :
#> freq writescan 13 h 13 v
Success.

9. set baseid (number) = Menetapkan baseid AP pada konfigurasi SU, yang akan dipergunakan sebagai media identifikasi AP.
BASEID = disesuaikan settingnya dengan baseid AP yang dipergunakan untuk koneksi.

contoh :
#>set baseid 1

10. set apid (number) = Menetapkan apid AP pada konfigurasi SU, yang akan dipergunakan sebagai media identifikasi AP.
APID = disesuaikan settingnya dengan apid AP yang dipergunakan untuk koneksi.

contoh :
#>set apid 2

11. set suid (number) = Menetapkan suid SU yang terdaftar pada database SU di AP.
SUID = harus terlebih dahulu didapatkan dengan mendaftarkan MAC Address SU di AP.

contoh :
#>set suid 24


cara mendaftarkan SU di AP :

a. Telnet ke ip AP.

b. Lihat database SU di AP.

#>sudb view
tampilan :
#> sudb view
[#Begin]
[0001] 0001 64 128 00 01 DE 13 EB 2F
[0002] 0001 128 128 00 01 DE 13 EB 31
[0003] 0001 1000 1000 00 01 DE 13 E5 B0
[0004] 0001 1000 1000 00 01 DE 01 91 C5
[0005] 0001 128 128 00 01 DE 13 DB E4
[0010] 0001 128 140 00 01 DE 13 E3 3D
[0013] 0001 1000 1000 00 01 DE 01 96 35
[0014] 0001 128 140 00 01 DE 13 E1 05
[0015] 0001 1000 1000 00 01 DE 01 B1 ED
[0016] 0001 128 128 00 01 DE 01 B1 CF
[0017] 0001 256 256 00 01 DE 13 E6 94
[0036] 0001 1000 1000 00 01 DE 13 E2 DB
[0100] 0001 128 128 00 01 DE 13 DE 57
[0215] 0001 200 200 00 01 DE 13 E3 36
[#End]

Success.

c. Cari SUID yang belum dipergunakan, pada contoh diatas misalnya SUID 6.

d. Daftarkan MAC pada database SU di AP,

contoh :
#> sudb add 6 reg 128 128 00 11 22 33 44 55

sudb add -> perintah menambahkan MAC SU pada database AP.
reg -> Pola bandwith radio. reg = reguler, prio = diutamakan.
128 128 -> CIR dan MIR ( besaran transfer rate )
00 11 22 33 44 55 -> MAC SU

e. Simpan hasil update database dengan perintah : #>save sudb atau #>updateflash sudb


12. sw (0-6) = Melakukan pengaturan fungsi yang aktif pada SU / AP, fungsi tiap SW :
sw 0 Melakukan filter pada paket broadcast / multicast
sw 1 Fungsi scanning AP ( hanya SU )
sw 2 Mengaktifkan fungsi TCP/IP SU ke AP ( hanya SU )
sw 3 Mengaktifkan fungsi komunikasi SU ke SU ( hanya AP )
sw 4 Melakukan penandaan pada paket broadcast ( hanya AP )
sw 5 Mengaktifkan fasilitas setting via browser
sw 6 Mengaktifkan fungsi TCP/IP ketika SU dalam kondisi ON.

13. reset all = Merubah konfigurasi ke konfigurasi default.

14. logout = Untuk keluar dari mode konfigurasi di SU atau AP.



sumber : http://bayyuself.blogspot.com/2010/01/tutorial-trango-wireless-broadband.html


erpa signature
Sabtu, 1 Jumadil Akhir 1431 H / 15 Mei 2010 M - 11.40 WIB


Senin, 02 November 2009

Set Konfigurasi IP Address dan Informasi Jaringan di Windows Vista


Sekedar untuk mengingatkan diri sendiri saat memandu pelanggan yang sedang membutuhkan bantuan sementara PC yang terhidang memakai Linux. _ _ "
Berikut langkah-langkah yang aye dah susun sebaik mungkin. Semoga bermanfaat. ^_^"

1. Klik Start lanjut klik kanan pada Network lanjut klik Properties. Atau cari Control Panel lanjut klik2x Network and Sharing Center.

2. Setelah muncul jendela Network and Sharing Center lalu klik Manage Network Connections.

3. Setelah muncul jendela Network Connections lanjut klik kanan pada Local Area Connection yang teridentifikasi sebagai LAN Card yang aktif digunakan lanjut klik Properties.

4. Setelah muncul jendela Local Area Connection Properties pada tab Networking klik Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) lanjut klik Properties lanjut klik Next.

*) Jika dalam jaringan Anda sudah memungkinkan penggunaan IP versi 6 maka untuk langkah di atas klik Internet Protocol Version 6 (TCP/IPv6).

IP Static >>> IP yang pengaturannya kita set sedemikian sesuai dengan aturan dari jaringan yang ada.
IP Dynamic >>> IP yang pengaturannya secara otomatis sesuai dengan alokasi IP yang diberikan oleh server.

5a. Pengesetan IP Static

Setelah muncul jendela Internet Protocol (TCP/IP) Properties Anda dapat menset : IP Address, Subnet Mask, Default Gateway juga Preferred DNS Server dan Alternate DNS Server dengan memilih opsi Use the following IP Address terlebih dahulu dan Use the following DNS server addresses. Untuk isian dari kotak-kotak ini dapat Anda tanyakan kepada administator jaringan atau technical support pada Internet Services Provider atau ISP yang Anda gunakan untuk koneksi Internet.

5b. Pengesetan IP Dynamic

Setelah muncul jendela Internet Protocol (TCP/IP) Properties Anda hanya tinggal memilih opsi Obtain an IP Address automatically. Pun memilih opsi Obtain DNS server address autonmatically.

6. Klik OK. Kemudian Save.


erpa signature
Senin, 14 Dzulqo'dah 1430 H / 2 November 2009 M - 03.10 WIB

Set Konfigurasi IP Address dan Informasi Jaringan di Windows XP


Sekedar untuk mengingatkan diri sendiri saat memandu pelanggan yang sedang membutuhkan bantuan sementara PC yang terhidang memakai Linux. _ _ "
Berikut langkah-langkah yang aye dah susun sebaik mungkin. Semoga bermanfaat. ^_^"

1. Klik Start dan klik Control Panel.

2. Setelah jendela Control Panel terbuka lanjut klik2x Network Connections.

3.Setelah muncul jendela Network Connections lanjut klik kanan pada Local Area Connection yang teridentifikasi sebagai LAN Card yang aktif digunakan lalu klik Properties.

4. Setelah muncul jendela Local Area Connection Properties pada tab pilih General pilih Internet Protocol (TCP/IP) lanjut klik Properties lanjut klik Next.

IP Static >>> IP yang pengaturannya kita set sedemikian sesuai dengan aturan dari jaringan yang ada.
IP Dynamic >>> IP yang pengaturannya secara otomatis sesuai dengan alokasi IP yang diberikan oleh server.

5a. Pengesetan IP Static

Setelah muncul jendela Internet Protocol (TCP/IP) Properties Anda dapat menset : IP Address, Subnet Mask, Default Gateway juga Preferred DNS Server dan Alternate DNS Server dengan memilih opsi Use the following IP Address terlebih dahulu dan Use the following DNS server addresses. Untuk isian dari kotak-kotak ini dapat Anda tanyakan kepada administator jaringan atau technical support pada Internet Services Provider atau ISP yang Anda gunakan untuk koneksi Internet.

5b. Pengesetan IP Dynamic

Setelah muncul jendela Internet Protocol (TCP/IP) Properties Anda hanya tinggal memilih opsi Obtain an IP Address automatically. Pun memilih opsi Obtain DNS server address autonmatically.

6. Klik OK. Kemudian Save.


erpa signature
Senin, 14 Dzulqo'dah 1430 H / 2 November 2009 M - 02.50 WIB

Minggu, 01 November 2009

Unable to Lock the Administration Directory


Nah lho...
Sewaktu ingin install package di OS Ubuntu yang aye gunakan tiba-tiba muncul error message seperti di bawah ini :

E: Could not get lock /var/lib/dpkg/lock - open (11 Resource temporarily unavailable)
E: Unable to lock the administration directory (/var/lib/dpkg/), is another process using it?


Ternyata permasalahannya adalah kekhilafan diri. Kenapa khilafnya ???
Ternyata, pada saat melakukan penginstalan berbasis terminal, eh taunya synaptic package manager juga aye buka (sebenernya sih lupa nutup waktu abis liat package yang tersedia). Jadinya, yah begitu deh... :D

Moga bisa sebagai pengingat buat diri aye yang sering lupa... :D


erpa signature
Ahad, 13 Dzulqo'dah 1430 H / 1 November 2009 M - 03.21 WIB


Kamis, 01 Oktober 2009

File Ekstensi RAR Tidak Dapat Dibuka di Ubuntu ???

Wah,,, kocak. Pas pertama selesai download file album lagu kesayangan yang amat dinanti ternyata tidak bisa dibuka via Archive Manager di Ubuntu Desktop yang ku pakai. Padahal di PC sebelah bisa-bisa aja. Cek dan ricek di Internet akhirnya dapat informasi kalau ada error message yang intinya jika file berekstensikan .rar tidak dapat dibuka di ubuntu memakai Archive Manager maka masalahnya adalah harus memasukkan paket tambahan yang namanya unrar agar dapat dikenali oleh si Archive Manager Ubuntu tersebut.

tak bisa buka file rar

Gambar tak bisa membuka file berekstensikan .rar


Bagaimana caranya teman ???

Setelah baca-baca dan coba praktekan adalah sebagai berikut :

1. Enable-kan opsi Multiverse repository di Software Source atau edit manual file di /etc/apt/source.list.
2. Jalankan perintah sudo apt-get install unrar di Terminal.

Itu teorinya, kalau saya langsung aja :

1. Buka Terminal dan masuk sebagai root. Jalankan perintah su atau sudo su.
2. Ketik perintah apt-get install unrar.

Hasilnya, proses memasukkan paket baru dan penginstallan terjadi.

root@ts03-desktop:/home/ts# apt-get install unrar [Enter]
Reading package lists... Done
Building dependency tree
Reading state information... Done
The following packages were automatically installed and are no longer required:
linux-headers-2.6.27-7 linux-headers-2.6.27-7-generic
Use 'apt-get autoremove' to remove them.
The following NEW packages will be installed:
unrar
0 upgraded, 1 newly installed, 0 to remove and 0 not upgraded.
Need to get 99.0kB of archives.
After this operation, 250kB of additional disk space will be used.
Get:1 http://id.archive.ubuntu.com intrepid/multiverse unrar 1:3.8.2-1 [99.0kB]
Fetched 99.0kB in 3s (29.0kB/s)
Selecting previously deselected package unrar.
(Reading database ... 120434 files and directories currently installed.)
Unpacking unrar (from .../unrar_1%3a3.8.2-1_i386.deb) ...
Processing triggers for man-db ...
Setting up unrar (1:3.8.2-1) ...

root@ts03-desktop:/home/ts#

Selesai sudah. Sesuai dengan harapan.
Akhirnya, bisa dengerin shalawatan juga dari Sulis. ^_^"

Moga bermanfaat. Hanya sekedar berbagi pengalaman.



erpa signature
Kamis, 12 Syawal 1430 H / 1 Oktober 2009 M - 05.20 WIB

Kamis, 19 Februari 2009

Refresh IP Address di PC Ubuntu

Sudah lama tidak buat tulisan di blog. Jadi pengen nulis lagi cuman bingung. Mendingan nulis tentang langkah-langkah untuk merenew ip address di PC yang pake OS Ubuntu. Lagi enak-enak config sesuatu buat dipelajari malah pas mau internetan ndak bisa. Halaman browser yang sebelumnya buat internetan jadi timed out. Akhirnya, coba-coba aja pake langkah yang waktu itu saya liat untuk memperbarui atau merefresh ip address.

ts@ts5-desktop:~$ sudo su
[sudo] password for ts: >>> masukkan password root
Sorry, try again. >>> eih, salah password :(
[sudo] password for ts: >>> masukkan password root lagi
root@ts5-desktop:/home/ts# >>> ni kalo bener password rootnya
root@ts5-desktop:/home/ts#
root@ts5-desktop:/home/ts# /etc/init.d/networking restart >>> terus ketik syntax yg eni...
* Reconfiguring network interfaces... SIOCDELRT: No such process
There is already a pid file /var/run/dhclient.br0.pid with pid 10140
killed old client process, removed PID file
Internet Systems Consortium DHCP Client V3.1.1
Copyright 2004-2008 Internet Systems Consortium.
All rights reserved.
For info, please visit http://www.isc.org/sw/dhcp/

Listening on LPF/br0/00:22:15:5f:f1:f4
Sending on LPF/br0/00:22:15:5f:f1:f4
Sending on Socket/fallback
DHCPRELEASE on br0 to 10.8.8.1 port 67
Set 'tap0' persistent and owned by uid 1000
* if-up.d/mountnfs[tap0]: waiting for interface tap1 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap0]: waiting for interface tap2 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap0]: waiting for interface tap3 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap0]: waiting for interface tap4 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap0]: waiting for interface tap5 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap0]: waiting for interface tap6 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap0]: waiting for interface tap7 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap0]: waiting for interface tap8 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap0]: waiting for interface tap9 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap0]: waiting for interface tap10 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap0]: waiting for interface eth0 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap0]: waiting for interface br0 before doing NFS mounts
net.ipv4.conf.tap0.proxy_arp = 1
TUNSETIFF: Device or resource busy
* if-up.d/mountnfs[tap1]: waiting for interface tap2 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap1]: waiting for interface tap3 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap1]: waiting for interface tap4 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap1]: waiting for interface tap5 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap1]: waiting for interface tap6 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap1]: waiting for interface tap7 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap1]: waiting for interface tap8 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap1]: waiting for interface tap9 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap1]: waiting for interface tap10 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap1]: waiting for interface eth0 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap1]: waiting for interface br0 before doing NFS mounts
net.ipv4.conf.tap1.proxy_arp = 1
Set 'tap2' persistent and owned by uid 1000
* if-up.d/mountnfs[tap2]: waiting for interface tap3 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap2]: waiting for interface tap4 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap2]: waiting for interface tap5 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap2]: waiting for interface tap6 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap2]: waiting for interface tap7 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap2]: waiting for interface tap8 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap2]: waiting for interface tap9 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap2]: waiting for interface tap10 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap2]: waiting for interface eth0 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap2]: waiting for interface br0 before doing NFS mounts
net.ipv4.conf.tap2.proxy_arp = 1
Set 'tap3' persistent and owned by uid 1000
* if-up.d/mountnfs[tap3]: waiting for interface tap4 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap3]: waiting for interface tap5 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap3]: waiting for interface tap6 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap3]: waiting for interface tap7 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap3]: waiting for interface tap8 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap3]: waiting for interface tap9 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap3]: waiting for interface tap10 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap3]: waiting for interface eth0 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap3]: waiting for interface br0 before doing NFS mounts
net.ipv4.conf.tap3.proxy_arp = 1
Set 'tap4' persistent and owned by uid 1000
* if-up.d/mountnfs[tap4]: waiting for interface tap5 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap4]: waiting for interface tap6 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap4]: waiting for interface tap7 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap4]: waiting for interface tap8 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap4]: waiting for interface tap9 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap4]: waiting for interface tap10 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap4]: waiting for interface eth0 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap4]: waiting for interface br0 before doing NFS mounts
net.ipv4.conf.tap4.proxy_arp = 1
Set 'tap5' persistent and owned by uid 1000
* if-up.d/mountnfs[tap5]: waiting for interface tap6 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap5]: waiting for interface tap7 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap5]: waiting for interface tap8 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap5]: waiting for interface tap9 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap5]: waiting for interface tap10 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap5]: waiting for interface eth0 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap5]: waiting for interface br0 before doing NFS mounts
net.ipv4.conf.tap5.proxy_arp = 1
Set 'tap6' persistent and owned by uid 1000
* if-up.d/mountnfs[tap6]: waiting for interface tap7 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap6]: waiting for interface tap8 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap6]: waiting for interface tap9 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap6]: waiting for interface tap10 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap6]: waiting for interface eth0 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap6]: waiting for interface br0 before doing NFS mounts
net.ipv4.conf.tap6.proxy_arp = 1
Set 'tap7' persistent and owned by uid 1000
* if-up.d/mountnfs[tap7]: waiting for interface tap8 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap7]: waiting for interface tap9 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap7]: waiting for interface tap10 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap7]: waiting for interface eth0 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap7]: waiting for interface br0 before doing NFS mounts
net.ipv4.conf.tap7.proxy_arp = 1
Set 'tap8' persistent and owned by uid 1000
* if-up.d/mountnfs[tap8]: waiting for interface tap9 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap8]: waiting for interface tap10 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap8]: waiting for interface eth0 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap8]: waiting for interface br0 before doing NFS mounts
net.ipv4.conf.tap8.proxy_arp = 1
Set 'tap9' persistent and owned by uid 1000
* if-up.d/mountnfs[tap9]: waiting for interface tap10 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap9]: waiting for interface eth0 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap9]: waiting for interface br0 before doing NFS mounts
net.ipv4.conf.tap9.proxy_arp = 1
Set 'tap10' persistent and owned by uid 1000
* if-up.d/mountnfs[tap10]: waiting for interface eth0 before doing NFS mounts
* if-up.d/mountnfs[tap10]: waiting for interface br0 before doing NFS mounts
net.ipv4.conf.tap10.proxy_arp = 1
* if-up.d/mountnfs[eth0]: waiting for interface br0 before doing NFS mounts
Internet Systems Consortium DHCP Client V3.1.1
Copyright 2004-2008 Internet Systems Consortium.
All rights reserved.
For info, please visit http://www.isc.org/sw/dhcp/

Listening on LPF/br0/00:22:15:5f:f1:f4
Sending on LPF/br0/00:22:15:5f:f1:f4
Sending on Socket/fallback
DHCPDISCOVER on br0 to 255.255.255.255 port 67 interval 5
DHCPDISCOVER on br0 to 255.255.255.255 port 67 interval 7
DHCPDISCOVER on br0 to 255.255.255.255 port 67 interval 7
DHCPOFFER of 10.8.8.197 from 10.8.8.1
DHCPREQUEST of 10.8.8.197 on br0 to 255.255.255.255 port 67
DHCPACK of 10.8.8.197 from 10.8.8.1
bound to 10.8.8.197 -- renewal in 122119 seconds.
[ OK ]
root@ts5-desktop:/home/ts#


NB : karena di PC ini ada beberapa setting-an khusus untuk pengesetan ip address, jadi tampilannya bakalan sebanyak ini...

Akhirnya, bisa lagi internet-an. Habisnya, saya kira looping lagi, eh koq PC belakang masih bisa buat inet jadi analisanya yah di PC ini yang bermasalah. Semoga bermanfaat bagi saya pribadi (sebagai sarana pengingat di lain waktu) dan bagi para pembaca sekalian.



erpa
24 Shafar 1430 H / 19 Februari 2009 M - 04.31 WIB

Selasa, 09 Desember 2008

Kenapa masih tidak bisa ?

Akhirnya, ku menginap lagi di kantor. Kali ini, ada yang harus ku lakukan terhadap PC kerjaku (sebenernya sih PC gantian :p). Memangnya kenapa ?
Belum tahu ya ??? ya udah ... jadi begini ceritanya.

Di tempat kerjaku, PC kerja diinstall memakai Linux Ubuntu (mulai dari versi Gusty Gibbon atau Hardy Heron). Nah, yang satu ini sudah diinstall dengan Ubuntu ver 8.04 namun pada saat akan dipakai untuk membuka aplikasi Winbox malah bengong. Winbox, apaan tuh ? Coba aja searching di mbah Google dulu. Sebenernya sih kalau masalah yang ini ada alternatif lain yang bisa diambil yaitu dengan mengganti versi Wine yang digunakan. Kalau Wine apa lagi tuh ? Coba googling lagi dech. Yang terakhir kali terjadi malah sering bengong kalau lagi dipakai kerja. Contohnya, pada saat kerja memakai Mozilla Firefox tiba-tiba sering closing sendiri.

Akhirnya malam ini (Senin, 10 Dzulhijjah / 8 Desember) dengan segala cara ku backup semua file-file penting yang masih dipakai untuk operasional (tentunya dengan bantuan Maal, salah seorang rekan kerjaku yang memang kebagian jadwal shift malam ini). Setelah semua file-file tadi sudah semuanya di-backup, barulah kami mengoprek PC itu berusaha untuk menginstall ulang kembali.
Berkali - kali ku coba dan bolak - balik bertanya pada rekan ku itu yang masih semangat (maklumlah ku kan masih newbie :D).

Sudah menempatkan first boot pada CD ROM melalui setup BIOS dan ku coba memulai proses instalasi Ubuntu ver 7.10 namun seharusnya setelah melalui tekan enter pada tampilan awal start atau install Ubuntu pada pertama kali muncul tampilan kok tidak bisa masuk ke tampilan desktop dan diteruskan ke option yang lain.

Ku coba kembali dengan memakai CD ROM Drive yang lain dan CD Installer yang lain pula. Namun, masih saja tidak bisa. Yah... tinggal tuker CD ROM drive dengan CD Installer yang berbeda pasangan. Masih tidak bisa juga. Akhirnya untuk memastikannya lagi ku ganti saja HDDnya sekalian (mumpung ada HDD percobaan meskipun kapasitasnya tidak memungkinkan untuk diintall Ubuntu). Masih belum bisa juga ternyata.

Karena bener-bener ingin tahu, untuk terakhir kali di malam ini ku tukar lagi pasangannya. HDD Maxtor yang telah terpasang sebelumnya dan sudah diinstall tetapi sering bermasalah dan CD ROM Drive dan sebuah CD Installer Ubuntu. Setelah restart, proses pun dimulai dan start atau install Ubuntu ku tunggu proses selanjutnya. Kali ini berbeda... Apanya yang beda ??? Yang berbeda adalah raut wajahku yang sudah mengantuk berat karena waktu menunjukkan tengah malam telah lewat. Tiba-tiba, ada tulisan-tulisan yang muncul di layar namun bukan termasuk dalam proses yang merupakan bagian dari panduan instalasi Ubuntu yang ku baca sebelumnya.

Begini tulisannya :

[192.172550 ] hdd: timedout waiting for DMA

[192.348258 ] hdd: drive not ready for command
[angka berbeda ] hdd: timedout waiting for DMA
[
angka berbeda ] hdd: drive not ready for command
[angka berbeda ] hdd: timedout waiting for DMA
[
angka berbeda ] hdd: drive not ready for command

lalu dilanjutkan dengan

*Setting preliminary keymap . . .
*Preparing restricted drivers . . .
*setting the system clock . . .
etc . . .

Apakah ada yang tahu mengenai solusi dari permasalahan ini ????. Saya sudah cari di google dan salah satunya di link di bawah ini
http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=916946
Please help me ...



erpa
11 Dzulhijjah 1429 H / 9 Desember 2008 M

Kamis, 08 Mei 2008

Tips menghadapi autorun Flash Disk


Kebanyakan virus yang beredar akan membuat file Autorun.inf / Desktop.ini / Folder.htt disetiap Drive termasuk di Disket / Flash Disk dengan tujuan agar virus tersebut dapat aktif secara otomatis setiap kali user akses ke Drive tersebut.

Berikut tips yang dapat dilakukan agar skrip tersebut tidak akan dijalankan setiap kali user akses ke Drive tersebut yakni:

Klik [Start]
Klik tombol [Run]
Pada dialog box “Run” ketik “GPEDIT.SMC” kemudian tekan tombol “enter”
Pada layar “Group Policy” klik “Administrative Templates” pada menu “User Configuration
Kemudian klik “System
Pada menu “system” tersebut klik kanan “Turn off Autoplay” kemudian pilih “Properties
Pada layar “Turn off Autoplay properties
Klik tabulasi “Setting
Pilih option “Enable
Pada menu “Turn off Autoplay on” pilih “All Drives
Klik Tombol “Apply
Klik Tombol “OK
Kemudian tutup layar “Group Policy”

Kenapa saya langsung membuat posting ini, meskipun langkah ini saya dapat dari vaksin.com, karena sebelumnya waktu ada seorang rekan meminta USB FDnya dibuka lewat laptop yg saya pakai mengakibatkan drive pada laptop tersebut kalau di klik kanan urutannya dimulai dari autorun bukannya open.


Jakarta, Kamis, 2 Jumadil Awwal 1429 H / 8 Mei 2008 M

Kamis, 06 Desember 2007

Reset Password BIOS


Kompi yang kali ini saya kerjakan yaitu Kompi user yang bermasalah pada BIOSnya yaitu password.

Kata usernya, "Install ulang ajah...". Kalau begitu ya sudah, langsung aktifkan kompi itu. Saat POST atau singkatan dari Power-On Self-Test, langsung ku tekan F2 untuk masuk setup BIOS. Namun, apa yang terjadi ???

Lanjut cerita, rupanya setup BIOS itu tak bisa ku rubah sebelum memasukkan kata kunci atau password yang telah dibuat. Berulang kali telah kucoba.

Kompi yang kali ini kita bahas yaitu Dell Optiplex GX 150 dengan pemilik yang telah berada dimana sekarang ini. Kita kembali ke laptop kalo kata mas tukul arwana (sorry saya kutip kata-katanya mas... hehehehe....).

Setelah ku tanya beberapa orang dan pengalamanku sebelumnya, ternyata jalan keluarnya dengan me-reset password BIOS itu. Lalu yang jadi pertanyaannya, bagaimana langkah untuk me-reset password BIOS tersebut ?

Yang dapat ku ingat yaitu mencabut baterai CMOS yang mengaliri arus listrik dan tegangan ke mobo yang dipakai. Selain itu, dapat pula dengan mencabut jumper password BIOS.

2 langkah tersebut sudah kulakukan tetapi masih belum bisa juga. Masalahnya apa sekarang ?. Akhirnya, karena penasaran kucari saja dari internet untuk lebih baiknya lagi dan bertanya kepada pembina saya. Kata mereka sama saja. Lakukan 2 langkah tadi kalau tak bisa ya udah.

Di internet dengan sumber di bawah nanti, ternyata saat mencabut jumper password BIOS pada mobo, harus kita aliri listrik terlebih dahulu. Dengan kata lain cabut jumper password BIOS pada mobo tersebut lalu tutp kembali casingnya (tak ditutup kalau masih bisa aktif tak mengapa). Lalu pasang lagi kabel power PC tersebut dan aktifkan. tak lupa pula pada monitor.

Coba Anda lihat di monitor setelah aktif, muncul tampilan blank hitam dan ada kursor yang berkedap-kedip. Sesaat kemudian muncul tulisan yang cukup melegakan yaitu password disabled. Restart kembali PC lalu coba masuk lagi ke Setup BIOS. Alhasil, berhasil !!!.

Saya turn off lagi dan pasang kembali jumper BIOS passwordnya. Turn on lagi dan akhirnya Setup BIOS PC Dell Optiplex GX 150 bisa kurubah. Saat postingan ini ditulis, PC tersebut sedang saya coba untuk reinstall.

Semoga dapat bermanfaat meskipun kadang ada kata-kata saya yang kurang berkenan, mohon dimaafkan seikhlas-ikhlasnya.

Kamis, 29 November 2007

Blue Screen : Page_fault_in_nonpaged_area

Kemarin saat mengecek PC user yang tampil pertama kali adalah tampilan peringatan yakni :

" Alert ! Previous attempts at booting this system have failed at checkpoint [Size]. For help in resolving this problem please note this checkpoint and contact Dell Technical Support. "

Setelah berulang kali ku restart masih tetap tak bisa. Lalu ku cari penyebabnya di internet.

Setelah kali ke sekian, tiba-tiba tampilannya adalah blue screen dan pesan errornya adalah :

" PAGE_FAULT_IN_NONPAGED_AREA

*** STOP : 0x00000050 ( 0xE201A474, 0x00000001, 0x8054AE34, 0x00000002 )

dan seterusnya .... "

Keterangannya di sana kita harus masuk ke safe mode terlebih dahulu ( F8 ) dan pilih Last Known Good Configuration.

Setelah itu kulakukan malah muncul blue screen dengan pesan error lainnya yakni :

" *** STOP : 0x00000024 ( 0x001902FE, 0xF7C20168, 0xF7C1FE64, 0x8054AE34 )

dan keterangannya supaya men-disable atau uninstall any antivirus atau melakukan disk defragmentasion atau mem-back-up utilities atau men-check hal-hal lainnya. "

Setelah ku restart kembali, malah masuk lagi ke tampilan hitam dengan pesan error yang paling atas.

Akhirnya, ku cek saja dari sisi hardwarenya seperti memory, harddisk, vga port atau pun card-nya dan lain sebagainya. Cabut-cabut saja dulu memory nya dan kabel data dan kabel power harddisk lalu pasang kembali.

Akhirnya, kembali ke kondisi semula. Bisa booting sampai ke Win XP nya. Panduan yang ku dapat tak selalu benar. Bukan berarti tidak benar. Hanya saja coba peiksa dulu dari segi hardwarenya.

OK. Kalau begitu lanjut ke posting-an berikutnya..... :)

Jumat, 05 Oktober 2007

Seputar Virus Blue Fantasy

Ini adalah postingan yang menerangkan Virus Blue Fantasy secara lebih lengkap, tapi hanya sekedar yang saya tau, ini juga sebagian saya copy dari source lain.

Sebenarnya kasus virus ini mendatangkan masalah bagi rekan kerja saya (yaelah…. rekan kerja ????).

Saat ketemu artikel ini di internet, kami langsung mempraktekkan langkah langkah di bawah ini, dan akhirnya lumayan berhasil.

Buat kalian yang pernah terinfeksi virus 81u3f4nt45y (dibaca : Blue Fantasy) berhati-hati saja. Kenapa?? Karena virus ini mengeluarkan varian baru dengan size 58 kb. Ada sedikit penambahan pada library varian virus ini. Lalu seperti apa virus ini beraksi mari kalian lihat aksinya.

Name : 81u3f4nt45y (Blue Fantasy)
Language : Visual Basic

Tanda-Tanda Kompi yang telah terinfeksi oleh Blue Fantasy :

1. Pada saat booting awal selalu menampilkan pesan bertuliskan :
81u3f4nt45y - 24.01.2007 – Surabaya
Surabaya in my birthday
Don’t kill me, i’m just send message from your computer
Terima kasih telah menemaniku walaupun hanya sesaat, tapi bagiku sangat berarti Maafkan jika kebahagiaan yang kuminta adalah teman sepanjang hidupku
Seharusnya aku mengerti bahwa keberadaanku bukanlah disisimu, hanyalah lamunan dalam sesal Untuk kekasih yang tak kan pernah kumiliki 3r1k1m0

2. Pada task manager menampilkan beberapa file pemicu virus aktif.
a. AdobeOnline.com
b. AdobeUpdate.com
c. C:\WINDOWS\Windows_services.exe

3. Membuat file *.bat pada c:\Documents and settings\%user%\autoexec.bat

4. Dan pada masing-masing drive terdapat file pemicu virus.
a. Autorun.inf
b. Thumbs.db
c. Thumbs.com

5. Melakukan perubahan pada registry agar mengaktifkan hide file ext dan do not show hidden files and folder.

6. Melakukkan perubahan pada string LegalNoticeCaption dan LegalNoticeText dimana agar si pembuat virus ini dapat menampilkan pesannya setiap booting “HKLM\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\WinLogon”.

8. Virus ini membuat duplikat pada setiap folder di masing-masing drive serta menambahkan dengan ekstensi *.scr dan juga folder yang asli disembunyikan dengan men-set attributnya menjadi hidden.

Virus ini dapat menyebar via FlashDisk dan dapat secara otomatis menyerang komputer yang masih sehat ketika flashdisk yang telah terinfeksi virus tsb ditancapkan.

Dan yang lebih parah lagi adalah apabila virus ini telah lama menggrogoti komputer kalian maka setiap booting akan selalu memaksa komputer kalian restart.

Nahh.. mungkin baru itu saja yang saya ketahui dari virus ini. Lalu bagaimana caranya untuk membersihkan virus ini dari komputer kalian. Mungkin ada yang berpikir dengan cara re-install.Upzz percuma klo kalian tidak bersihkan virus tersebut dari seluruh drive dan bisa jadi setelah re-install malahan virus aktif lagi karena folder yang terinfeksi belum kalian hapus semua.

Ini ada beberapa tips & trik untuk menghapus virus ini dari hard disk kalian.

Sebenarnya kalian yang terinfeksi virus ini masih beruntung, karena virus ini tidak aktif pada saat safe mode Command Prompt. Jadinya kalian masih bisa untuk membersihkan virus tsb. Dan juga untuk mengembalikan folder yang telah disembunyikan kalian dapat menggunakan perintah “attrib –s –h /s /d “(tanpa huruf petik) setelah itu kalian bisa masuk kembali windows dan jgn lupa hapus file folder yang berkstensikan *.scr dengan cara buka Search —> All files and folders —> lalu isiskan dengan *.scr pada All or part of the file name, apabila telah ditemukan folders yang berekstensikan *.scr maka delete saja langsung.. Dan terakhir, kalian bisa perbaiki registry dengan tools pemulih registry seperti TuneUp Utilities, Regseeker, Regmon ataupun tools registry lainnya.

Saya mengucapkan terimakasih kepada yang membuat artikel ini yang saya copy……

source : google dan blog lainnya…[lupa…]


Rabu, 18 Juli 2007

Mendeteksi Kesehatan Hardware Lewat BIP


PENDAHULUAN

Saat komputer dihidupkan, BIOS melakukan POST (power-on self test). POST diperlukan untuk memastikan sistem berfungsi sebagaimana mestinya dan juga mencari informasi hardware apa saja yang ada pada komputer. Saat BIOS mendeteksi ada masalah saat POST, BIOS akan mengirimkan pesan kesalahan (error messages).

Pada beberapa kasus, masalah tersebut dapat di deteksi lebih awal sehingga BIOS tidak dapat mengakses video card dan tidak dapat menampilkan pesan kesalahan tersebut.

Jika seperti ini yang terjadi, BIOS akan mengeluarkan suara ‘bip’ yang memiliki pola tertentu yang sesuai dengan kesalahan yang diidentifikasinya.

Suara ‘bip’ tunggal saat proses booting setelah tampilnya pesan startup pada monitor adalah normal dan tidak ada kegagalan. ‘Bip’ yang dimaksud disini adalah yang dihasilkan pada saat prosedur POST belum selesai dan belum ada informasi apapun yang ditampilkan pada layar. Kode ‘Bip’ BIOS ini bergantung tipe dan BIOS yang Anda miliki. Yang populer adalah AMI dan Award BIOS. Oleh karena itu, tulisan ini hanya membahas kedua tipe BIOS tersebut.

AMI BIOS

1 X suara BIP

Kegagalan refresh DRAM. Sistem mempunyai masalah mengakses memori untuk merefreshnya.

2 X

Kegagalan rangkain parity. Pada data yang ditransmisikan dalam komputer, biasanya ditambahkan parity bit yang berfungsi untuk mendeteksi dan koreksi error. Pekerjaan ini dilakukan rangkaian parity yang terdapat dalam komputer. Hal ini kemungkinan disebabkan adanya masalah pada memori atau motherboard.

3 X

Kegagalan base memori 64K. Base memori 64K adalah 64 KB memori yang pertama pada RAM. Kegagalan ini bisa disebabkan slot memori yang dikelompokkan dalam modul yang memiliki chip rusak.

4 X

Kegagalan system timer. Kemungkinan terdapat kesalahan pada satu atau lebih timer yang digunakan untuk mengontrol fungsi-fungsi pada motherboard.

5 X

Kegagalan prosesor. Dapat disebabkan panas berlebih, atau karena prosesor tidak terpasang benar ke dalam socketnya.

6 X

Kegagalan keyboard controller/gate A20. Keyboard controller adalah chip pada motherboard yang mengedalikan keyboard Anda.

7 X

Kesalahan prosesor.

8 X

Kesalahan baca/tulis memory display.

9 X

Kerusakan BIOS.

10 X

Kesalahan CMOS.

11 X

Kerusakan cache memori.

AWARD BIOS

Award lebih menyukai pesan lewat monitor. Tapi ada saatnya video card tidak berfungsi dan pesan ditampilkan menggunakan kode bip tersebut. Oleh karena itu, kode bip pada BIOS tipe ini lebih sedikit. Kode bip pada BIOS ini juga seperti tanda morse, mengkombinasikan bip panjang dan pendek.

1 bip panjang

Masalah pada memori. Kemungkinannya adalah memori tidak terpasang benar, atau juga chip memori rusak. Bisa juga berhubungan dengan kerusakan motherboard.

1 bip panjang, 2 bip pendek

Kesalahan sistem video. BIOS tidak dapat mengakses sistem video untuk menuliskan pesan error ke layar. Ada beberapa kemungkinan, antara lain video card dipasang pada sistem yang sudah ada video card on-board, atau menggunakan IRQ yang sudah terpakai untuk video card tersebut sehingga terjadi konflik. Kemungkinan lain, video card tidak terpasang dengan baik.

1 bip panjang, 3 bip pendek

Sama seperti di atas, ada kesalahan pada video. BIOS tidak dapat mengakses sistem video untuk menampilkan pesan kesalahan ke layar.

Suara bip sambung menyambung

Dapat disebabkan memori atau video card.

Ada beberapa pedoman umum yang dapat digunakan untuk setiap BIOS. Pedoman umum ini hanya dapat digunakan untuk kesalahan yang terdeteksi sebelum dan saat Power On Self Test (POST). Kita sudah mengenal prosedur yang dilakukan computer saat mulai dihidupkan, dan ini akan sangat membantu dalam mendiagnosa masalah yang ada.

Pertama kali saat komputer dinyalakan, power supply akan mengirimkan daya ke semua komponen. Bila pada saat dinyalakan tidak ada reaksi apapun, maka periksalah power supply internal yang terletak pada komputer Anda. Untuk mengetesnya, kita bisa menggunakan LED (Light Emiting Diode) dan kemudian pasang pada POWER LED connector. Jika nyala, berarti power supply masih bagus.

Kemudian, jika semua komponen sudah mendapat daya yang cukup, prosesor akan bekerja mencari intruksi. Ia akan mencari intruksi ini pada ROM BIOS. Untuk prosesor, kemungkinannya adalah panas yang berlebih akibat overclock atau posisi tidak sempurna. Untuk BIOS, kemungkinannya kecil bahwa letak chip BIOS tidak sempurna.

Cek BIOS dapat dilakukan pada komputer lain. Beberapa virus sudah dapat merusak program BIOS. Jika POST mau berlanjut tapi tidak selesai, kemungkinan besar masalah ada pada motherboard. Untuk yang ini, ada beberapa langkah yang harus dilakukan :

Jika PC tidak mau booting sama sekali, pastikan komponen minim sudah terpasang, yaitu prosesor, memori terisi dengan tepat, video card, dan sebuah drive, dan pastikan semua komponen ini terpasang dengan benar. Komponen yang tersolder tidak boleh ada yang hilang.

Lepaskan komponen-komponen yang tidak wajib, seperti ekspansi card, peripheral eksternal seperti printer, scanner dan lain-lain, karena pemasangan yang tidak benar dapat menyebabkan I/O error. Kemudian hidupkan sistem, dan coba pasang satu-persatu card tersebut untuk mengujinya.

Cek ulang setting jumper pada motherboard. Pastikan tipe prosesor, bus speed, multiplier, dan jumper tegangan. Dan pastikan juga jumper BIOS berada pada posisi semestinya.

Ubah setting BIOS ke setting default untuk memastikan masalah tidak terletak pada setting BIOS yang berlebihan. Contohnya dengan menurunkan read/write access time memori dan hard disk. Cek semua koneksi kabel pada motherboard sudah benar. Cek apakah ada komponen yang mengalami panas berlebih. Jika ada, ubah setting BIOS dan setting yang lebih rendah.

PENANGANAN LANJUT

Untuk kasus 1, 2, dan 3 kali bunyi bip, cobalah perbaiki posisi memori dahulu. Jika masih terjadi, ada kemungkinan memori rusak. Ganti dengan memori baru.

Untuk 4, 5, 7 dan 10 kali bip, motherboard rusak dan harus diperbaiki atau diganti. Untuk 6 kali bip, coba perbaiki posisi chip keyboard controller. Jika masih ada error, gantilah chip keyboard tersebut.

8 kai bip menandakan memori error pada video adapter. Ganti video card.

9 kali bip menandakan kegagalan chip BIOS. Biasanya bukan disebabkan posisi kurang sempurna.

11 kali bip, ganti cache memori.

Referensi :

- Komputek

- http://en.wikipedia.org/



Selintas Kata Tersurat


"It is not just words but the feeling in one's heart"

Terlintas di benak saya ketika menanggapi ada seseorang anak manusia yang sedang mencoba untuk mulai mengerti seperti apa rasa cinta kepada manusia lainnya.

Dzulhijjah 1430 H / Desember 2009 M

Mengenai Saya

Foto saya
Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia
Blog ini berisi pengalaman saya tentang pengetahuan seputar teknik komputer dan jaringan serta pengalaman-pengalaman lainnya yang bisa menginspirasi Anda. Selain itu berisikan semua hal dari uneg-uneg sampai motifasi dan renungan bagi diri pribadi. Juga gaya hidup dan informasi lainnya yang berguna ada di sini. :D

Republika Online RSS Feed

Jadwal Waktu Sholat untuk Daerah Jakarta Raya dan Sekitarnya

Trafik Para Pembaca Blog

free counters