Seuntai Mutiara


Persahabatan sejati tidak terlihat dari banyaknya pertemuan. Tapi persahabatan sejati terlihat dari tulusnya seorang sahabat menyebut nama sahabatnya dalam setiap doanya.

"Semua pasti ada hikmahnya... Di balik setiap kesulitan pasti ada kemudahan... "

Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai tetapi untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna

Orang yang paling berkesan dalam hidupmu adalah orang yang mampu mencintaimu ketika kamu bukan seseorang yang mudah dicintai





Senin, 05 Mei 2008

Inilah Hidup

Jam 04.00 atau lebih gw dah dibangunin ma nyak gw, ga terasa dari mulai mandi ampe mau berangkat ke kantor tempat gw PKL tepatnya jam 06.15 itu juga kurang lebih. Ada aja sejumlah rutinitas yg gw kerjain.

Berangkat ke kantor juga akhirnya setelah semua persiapan selesei. Berjalan melalui pemukiman penduduk yg tergolong amat sangat sederhana ampe2 kalo ada kiriman dari Bogor langsung pada beberes peralatan rumah. Di ujung gang nungguin JT 02 angkot yg slalu jadi kendaraan antar jemput gw semenjak sekolah di STM. Menuju ke Rawamangun yg menjadi terminal bagi bis 973 yg armadanya amat sangat terbatas namun on time. Cuma kadang2 gwnya aja yg berangkatnya kadang pagi, kadang agak siang atau malahan kesiangan. (hehehehe... maklum gantian nunggu kamar mandi dah kaya ngantri sembako...)

Berfikir sambil melihat hape jadul namun masih berfungsi, mau rencana berhentiin bis 973 di mana. Kalo berangkat jam 6 gw bisa dapet bis pertama. Kalo siangan dikit bis kedua. Lah kalo kesiangan bis ketiga yg berangkat jam 1/2 8. Gw bisa berentiin bis 973 dari deket terminal atau dari perempatan RS. Persahabatan atau bisa jadi di deket STM. Nah kalo merasa dah ketinggalan ya udah langsung ke terminal aja dah. Enak sih kalo dari terminal, dah dapet duduk di pinggir sambil lihat2 pemandangan di luar bis, enak pula buat baca2 buku yg dah gw beli di Islamic Book Fair bulan Maret kemaren.

Kalo ga baca yah gw coba liat2 jalanan ibukota yg semakin semrawut gara2 si Komo lewat. Eh bukan deng, yg pasti sih kuantitas kendaraan bermotor yg muncul ga berbanding lurus dengan jalanan ibukota yg segitu-gitu aja (coba untuk mengingat rumus2 matematika yg mulai terupakan...) Mestinya kalo pagi hari itu udara bagus untuk kesehatan, eh malah bisa bikin penyakitan.

Mulai dari terminal mencoba membuka lembaran demi lembaran buku2 yg dah gw bawa. kalo dah bosen... hhhmmmm ya tinggal pejamkan mata sambil menyandarkan kepala ke kusi yg empuk tapi buka nyardarin kepala ke kanan atau ke kiri yg ada mba2. Tau2 dah sampe di Taman Suropati, nah kalo dah sampe di sini ga boeh tidur lagi, harus waspada, bisa2 gw malah ke Tanah Abang.

Dah sampe di tujuan, gw langsung siap2 dipanggil para user yg butuh pertolongan. Baru aja dateng kok tau2 dah ada yg nyariin. Emang dasarnya kalo PKL di tempat gw bener2 bisa jadi orang terkenal. Gw jadi inget ada seorang user yg ngomong ma gw kalo gw bisa jadi orang terkenal di sini meskipun PKL. Yaiyalah, gw sekarang bisa ngerti maksud mba itu. Pada dasarnya, gw terkenal karena gw di sini kerjaannya menyelesaikan gangguan pada PC atau koneksi jaringannya si user. Pasti ada aja tiap hari.

Meskipun gitu, gw bersyukur bisa PKL di tempat yg bisa dibilang perusahaan yg handal di bidangnya. Paling ga, ada ilmu yg bisa bener2 gw ambil dari sini. Setahun, waktu yg gw ajuin buat.

Lebih lanjut --- kapan2 gw lanjutin lagi deh ---

Pulang dulu ah dah malem

Jumat, 11 April 2008

Tiga Hal yang Tiada Dapat Tercapai kecuali dengan Izin Allah SWT

Tiga Hal yang Tiada Dapat Tercapai kecuali dengan Izin Allah SWT

Abu Bakar Ash Shiddiq ra. berkata :
"Tiga hal yang tidak bisa dicapai dengan tiga hal lainnya semata-mata (melainkan dengan izin Allah) :
1. Kekayaan tidak bisa dicapai dengan cita-cita semata.
2. Keremajaan tidak bisa dicapai dengan disemir semata.
3. Kesehatan tidak bisa dicapai dengan obat-obaatan semata."

Dengan kata lain, dapat disebutkan bahwa kekayaan tidak bisa dicapai dengan cita-cita melainkan karena anugrah Allah SWT semata. Keremajaan tidak bisa dikembalikkan dengan menyemir uban dan tindakan lainnya sebab berkaitan dengan usia, sedang usia berkaitan dengan zaman dan zaman itu tidak bisa dimundurkan. Begitu pula halnya dengan kesehatan, ia tidak dapat diraih dengan memakai obat-obatan bila orang yang bersangkutan jatuh sakit, melainkan orang yang menyembuhkannya pada hakikatnya adalah Allah SWT semata.

Dikutip dari buku Nashaaihul 'Ibaad karya Imam Nawawi Al-Bantani

Jumat, 04 April 2008

Hikmah Cinta Yahya bin Mu'adz

Berkatalah seorang Yahya bin Mu'adz ra. tentang rasa cinta kepada Rabbul 'Alamin

Kesenangan cinta
adalah karena ingin tetap bersama dengan yang dicintainya
Kami merasa heran dengan orang yang selalu mencela
orang yang sedang dimabuk cinta
padahal selama hidupku
aku hanya cinta kepada Allah dan merindukan-Nya
Aku duduk dan aku berdiri, hanya karena Dia sepanjang hidupku


Jiwa orang yang cinta selalu memperhatikan yang dicintainya
dan hatinya terasa hancur karena kecintaannya
Kebanggaan orang yang dimabuk cinta
ialah apabila malam hari yang dilaluinya
hanya bersama dengan yang dicintainya
tempat ia mengadu dan mencurahkan isi hatinya
Dia berdiri di mihrab mengadukan kesusahannya
sedang hatinya penuh gelora cinta kepadanya


Aku mati karena penyakitku yang tidak kutemukan obat untuknya
dan pula tidak ada jalan keluar dari musibah yang menimpaku
Apabila penyakit seorang hamba adalah cinta kepada yang merajainya
maka tiada seorang tabib pun yang dapat mengobatinya selain Dia


Aku merasa puas dengan Tuhanku sebagai pengganti dan
penghibur dari segala sesuatu yang tidak aku inginkan selain Dia
Betapa rindu hati ini kepada Penguasa yang selalu melihatku
dalam semua gerak - gerikku
sedang aku tidak dapat melihat-Nya


Aku tidak menyerahkan diriku kepada penyakit dengan dosa
supaya membinasakannya
melainkan karena aku mengetahui
bahwa bertemu kekasih akan menghidupkannya
Jiwa orang yang dimabuk cinta
tahan menghadapi berbagai rasa sakit
Barangkali pada suatu hari nanti rasa sakitnya dapat terobati


Biarkanlah aku membujuk kecintaanku dari semua sisi
karena aku tidak dapat menemukan jalan lari darinya
Dia telah membebankan pada seluruh anggota tubuhku
hal-hal yang tidak sanggup dipikulnya
karena rahasiamu
tersembunyi di dalam rongga tubuhku

Demikianlah seorang Yahya bin Mu'adz mengutarakan rasa cintanya.
Dikutip dari Buku Siyaathul Quluub karya Dr. 'Aidh bin 'Abdullah Al - Qarni.

Selintas Kata Tersurat


"It is not just words but the feeling in one's heart"

Terlintas di benak saya ketika menanggapi ada seseorang anak manusia yang sedang mencoba untuk mulai mengerti seperti apa rasa cinta kepada manusia lainnya.

Dzulhijjah 1430 H / Desember 2009 M

Mengenai Saya

Foto saya
Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia
Blog ini berisi pengalaman saya tentang pengetahuan seputar teknik komputer dan jaringan serta pengalaman-pengalaman lainnya yang bisa menginspirasi Anda. Selain itu berisikan semua hal dari uneg-uneg sampai motifasi dan renungan bagi diri pribadi. Juga gaya hidup dan informasi lainnya yang berguna ada di sini. :D

Republika Online RSS Feed

Jadwal Waktu Sholat untuk Daerah Jakarta Raya dan Sekitarnya

Trafik Para Pembaca Blog

free counters